Agama Melarangnya, Namun Ia Tetap Menonton Film Porno

Banyak dampak buruk yang bisa ditimbulkan dari menonton film dewasa atau film porno. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap sejumlah para pecinta film dewasa kebanyakan para pecinta film seperti ini otaknya tidak bisa fokus.
Tontonan dewasa sebabkan penyempitan otak? via blokand.com
Sesuatu yang dilarang oleh agama tentu merupakan hal yang tidak baik untuk dilakukan karena di dalam larangan tersebut tentu ada efek-efek negatif jika tetap dilakukan.

Berikut ini kisah nyata mengenai seorang yang suka melihat film dewasa. Di sebuah desa terdapat seorang anak yang memiliki hoby menonton film dewasa setiap malam minggu. Setiap kali menonton, dia mengajak beberapa temannya.

Hampir setiap malam minggu pemuda ini melakukan rutinitasnya bersama teman - temannya, bahkan sampai saat ayahnya meninggal pun dirinya masih juga melakukan aktivitasnya tersebut bersama teman - temannya setiap malam minggu.

Kemudian suatu hari mendiang ayahnya yang sudah 3 bulan meninggalkannya tersebut muncul dalam mimpi anaknya. Terciumlah bau busuk yang sangat menyengat yang berasal dari pusaran ayahnya kemudian terlihat sang ayah sedang dalam kondisi menahan kesakitan dan berkata "Sampai kapan kamu mau menyiksa aku Nak ?"

Ketahuilah nak, setiap kamu melakukan hal buruk tersebut setiap malam minggu ayahnya ini didatangi dua malaikat penyiksa yang satu memberi ayah cairan busuk yang dikeluarkan dari farji para wanita malam yang sedang dalam siksaan kubur, dan kemudian malaikat yang satunya menimpakan bara api di sekujur tubuhku, dan kedua malaikat itu terus menyiksaku sampai kalian berhenti melakukan acara tercela tersebut dirumahku. Dan malaikat tersebut selalu menyiksaku seperti itu setiap kaliam melakukan acara tersebut setiap malam minggu, Hentikanlah perbuatanmu itu Anakku dan kembalilah kepada Allah untuk memohon ampun dan bertobatlah." ucap Sang Ayah dalam mimpinya.

Belum ada Komentar untuk "Agama Melarangnya, Namun Ia Tetap Menonton Film Porno"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel