Nuansa Ramadhan di Negeri Seribu Dewa

Negeri Hindustani sebutan lain dari Negara India yang mayoritas penduduknya beragama Hindu. Dikenal juga sebagai negeri seribu Dewa, karena Masyrakat Hindu India memiliki banyak Dewa. Meski mayoritas masyarakat India berjumlah lebih dari semilyar tapi jumlah umat muslim lumayan banyak, sekitar 180 juta. Menjadikanya negeri dengan jumlah muslim terbesar kedua setelah Indonesia.
Taj-ul-Masajid, adalah sebuah masjid yang terletak di Bhopal, India. Ini adalah salah satu mesjid terbesar di Asia via sunevening.wordpress.com
Menjalankan Ibadah puasa Ramadhan di negeri ini bisa dibilang gampang gampang susah. Apalagi Ramadhan tahun ini jatuh di puncak musim panas. Suhu udara keadaan “normal” dimusim panas mencapai 40-43 derajat celcius. Apalagi beberapa minggu yang lalu India diterjang badai Gelombang panas 48 derajat celcius hingga menelan ribuan nyawa.

Selain panas dan kering. Siang hari jauh lebih lama ketimbang hari biasa. Adzan subuh pukul 4  pagi dan Maghrib pukul 19.30. Menjalankan ibadah puasa hampir 16 jam lamanya dibawah terik sang mentari. Tidak mudah, tapi kecintaan umat muslim di bulan suci Ramadhan sanggup melawan segala rintangan dengan segala keikhlasan. Kita percaya bahwa Allah memberikan kemudahan, berkah dan hidayah berlimpah di bulan suci ini.

Perayaan bulan suci Ramadhan di India memang tak seakbar di negera kita. Jika di negara kita terdengar suara tadarus mengalun syahdu dari corong masjid dimana mana, di India Tadarus Al Quran dilakukan dari dalam masjid tanpa mengumandangkan melalui speaker. Sunyi seperti hari hari biasa.

Shalat Tarawih di Masjid sebatas kaum adam saja. Sedangkan kaum hawa, menjalankan shalat tarawih dirumah. Hal ini merupakan hal yang biasa di India, mengingat hampir keseluruhan Masjid di India hanya dipergunakan shalat untuk kaum adam saja. Kebanyakan Masjid Jami (Masjid utama kota) yang memperbolehkan kaum hawa shalat didalamnya.

Geliat kemeriahan bulan ramadhan lebih terasa di kawasan Muslim. Beberapa kota di India, umat Islam kebanyakan tinggal dalam satu kawasan. Biasanya mereka tinggal di kawasan yang berdekatan dengan monumen atau tempat bersejarah di awal kejayaan Peradaban Islam di India. Seperti yang pernah saya utarakan sebelumnya bahwa selama berabad abad, India dikuasai oleh beberapa dinasti Islam hingga kekaisaran Mughal.
Food stall di Kawasan kota Tua Delhi
Di Delhi, tempat tinggal saya saat ini. Mayoritas masyarakat muslim tinggal di area sekitar Jamaah Masjid dan sebagian tinggal di kawasan Okhla. Berada dikawasan kota tua Delhi, Jamaah masjid yang dikenal dengan Masjid I-jahan-Numa ini adalah pusat segala aktifitas dan kegiatan umat muslim. Masjid yang didirikan oleh Raja Mughal Shah Jahan ini dibangun pada abad ke 16. Shah Jahan tak lain adalah pendiri mahakarya cinta sepanjang zaman, Taj Mahal.
Masjid I-Jahan- Numa
Ketika Ramadhan tiba, Masjid dinobatkan sebagai masjid terbesar dan terindah di negara India dihiasi dengan lampu lampu warna warni yang gemerlap. Setiap harinya menyiapkan Takjil  hingga ribuan Jamaah. Berbuka puasa bersama di Masjid I-Jahan Numa, menjadi kegemaran masyrakat muslim Delhi. Terkadang mereka membawa makanan sendiri dari rumah dan membaginya bersama jamaah lain.
Suasana Belanja di Kawasan muslim Okhla
Jajanan, makanan, manisan dan minuman khas ramadhan dapat dengan mudah kita temui dikawasan ini. Makanan khas sajian Ramadhan seperti Haleem, peni dan lain sebagainya tersaji lengkap di kawasan kota tua ini. Selain makanan, kawasan ini juga menjual berbagai buku Islam, Al Quran, Sajadah, parfum arab, pakaian, aksesoris dan lain sebagainya. Kurma dan buah buahan favourit paling laris diserbu pembeli.

Kawasan ini bagaikan tak pernah tidur. Selalu ramai dikunjungi mulai malam dini hari menjelang Sahur hingga setelah shalat tarawih. Puncak Keramaiannya adalah dua minggu menjelang hari Raya Idul Fitri. Dimana kaum muslim di kota Delhi dan sekitarnya berbelanja untuk keperluan Ramadhan dan Idul Fitri.

Belum ada Komentar untuk "Nuansa Ramadhan di Negeri Seribu Dewa "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel