Tips Aman Naik Taksi bagi Mahasiswi di Semarang

Advertisement

Masukkan script iklan 970x90px

Tips Aman Naik Taksi bagi Mahasiswi di Semarang

Minggu, 12 Februari 2017


Pastinya setuju ya jika saya katakan ketika kita melakukan perjalanan, transportasi menjadi salah satu hal yang penting. Keamanan, kenyamanan, pelayanan, dan fasilitas yang disediakan menjadi salah satu penyebab gonjang ganjingnya mood kita dalam perjalanan.

Ini pengalaman travelling (gaya, padahal cuma Jakarta-Semarang, rumah-wisma, ppffft!), yang akan saya share. Jika kamu berlabuh di Stasiun Tawang, ada beberapa alternatif transportasi menuju Tembalang (yang saya tahu) :
  1. Angkot jurusan Banyumanik (warnanya merah agak orange)
  2. Ojek - Gojek - and friends
  3. Jemputan keluarga, teman atau pacar halal
  4. Taksi
Kali ini akan saya share pengalaman saya naik taksi beberapa waktu lalu dari Tawang menuju Tembalang. Karena waktu saya sampai di Semarang sudah cukup malam, maka saya putuskan untuk tidak minta jemput, cari angkot sudah tidak banyak yang beroperasi, rayuan tukan ojek-pun tidak bisa meluluhkan karena guyuran hujan yang berkah. Akhirnya malam itu saya putuskan untuk menggunakan taksi menuju Tembalang untuk keamanan (apa daya seminggu ke depan makan kucingan, bakoh!)

Belum selesai, memilih itu memang tidak mudah dan cepat ya. Setelah memutuskan menggunakan taksi, taksi mana yang akan saya pilih? Di Kota Semarang ada banyak taksi yang bisa dipilih, cek disini. Tapi biasanya hanya beberapa yang sering mejeng di depan Stasiun Tawang, seperti Blue Bird, Kosti Semarang, New Atlas, Puri Kencana, ini berdasarkan penglihatan saya yang terbatas.


Tips Aman Naik Taksi Sendiri dari Stasiun Tawang Semarang ala - ala
Malam itu, Blue Bird tetap menjadi pilihan ketika saya memilih untuk menggunakan taksi. Hal ini berdasarkan pesan-rekomendasi bapak, pengalaman-pengalaman orang atas keramahan dan kejujuran para supirnya, dan karena saya anggap Blue Bird adalah Rajanya Taksi, bukan karena taksi lain tidak baik. Oke, ini dia tipsnya:
  1. Setelah turun dari kereta, maka carilah pintu keluar stasiun! Sudah pasti akan disambut dengan rayuan - rayuan supir taksi atau ojek. Tahan! Jangan luluh! Kamu kuat! 
  2. Cari taksi di luar gerbang stasiun, ini sedikit mengurangi ongkos karena tidak perlu bayar parkir, yang tarifnya cukup lumayan untuk anak kost.
  3. Pilih taksi sesuai panggilan hati kalian, kalo saya ya Blue Bird aja hehe.
  4. Naik taksi yang ada dalam gerombolan taksi lainnya. Biasanya akan berjejer taksi yang menunggu penumpang di luar area Stasiun Tawang.
  5. Pastikan supirnya berseragam resmi.
  6. Sebelum masuk ke dalam taksi, lihat dan ingat - ingat kode armada yang kamu naiki, atau jika ingatan kamu bagus bisa juga ingat - ingat plat nomor taksinya. Biasanya jika Blue Bird kode armadanya diawali dengan huruf FR atau RR dan dilanjutkan dengan 3 nomor acak dibelakangnya. Misal, FR164, RR417, dll.
  7. Jika menggunakan bagasi belakang, pastikan barang rapi dan teratur. Barang - barang seperti laptop, handphone, dompet, dan yang sekiranya berharga sebaiknya kamu bawa, tidak masuk bagasi. 
  8. Saat masuk ke dalam taksi, lihat tanda pengenal supir taksi yang diletakkan di dashboard, minimal lihat namanya. Biasanya, supir Blue Bird akan menyapa “Sugeng enjing/siang/sore/malam mbak.” “@jfbhabkjcvahbshvivcvzda.” yang intinya minta izin untuk memulai pemasangan argo menggunakan Bahasa Jawa (lupa bapaknya ngomong apa, jawab aja nggih!). Jika tidak salah, tarif buka pintu (flag fall) Blue Bird sekitar Rp 6.500 dan akan berlaku tarif per-kilometer untuk selanjutnya sebesar Rp 3.500 setahu saya.
  9. Sampaikanlah tujuan kemana kamu pergi (Tembalang) sekitar 15 km jaraknya. Saran saya, jika supir menawarkan lewat tol atau tidak, jawab saja lewat jalan biasa saja (karena lebih dekat). Biasanya supir akan menawarkan dengan alasan jalan biasanya macet. Ya berdoa aja macetnya sudah selesai saat kamu melintas. Tapi biasanya, Supir Blue Bird akan melalui jalan tercepat tanpa nanya - nanya “Mau lewat mana mbak?”
  10. Jika perjalanan malam, ikutlah fokus terhadap jalanan yang dilalui, perhatikan gerak - gerik supir. Tetap santai tapi waspadalah! Waspadalah! Meskipun kamu ada di Blue Bird.
  11. Sedikit basa - basi dengan supir, misal “udah solat pak?”, “udah makan pak?”, “Semarang hujan terus ya pak?”. Ya, pasti tau manfaatnya lah ya. Biasanya Supir Blue Bird cerewet - cerewet senang ajak ngobrol penumpangnya. 
  12. Setelah sampai, bayar sesuai tarif. Jangan hanya lihat argo, tapi tanyakan pada supir sebagai salah satu bentuk kesopanan kali ya. 
  13. Pastikan barang bawaan tidak ada yang tertinggal. Biasanya Supir Blue Bird juga akan mengingatkan tentang barang bawaan. 
  14. Turun dan ucapkan “Mampir pak!” “Terimakasih.” 

Tertinggal Barang di Blue Bird? Santai!
  1. Telpon nomor Blue Bird di (024) 670 1234. Dengan nomor ini bisa langsung dilayani untuk laporan kehilangan, bisa juga tidak (tergantung yang angkat telepon siapa). Karena biasanya nomor ini hanya untuk pemesanan. Jika tidak bisa lewat nomor tersebut, jangan panik!
  2. Jika waktu kejadiannya sudah melewati waktu malam, lebih baik hubungi nomor Kantor Blue Bird di (024) 673 2333. Karena sebagian taksi akan selesai beroperasi pada malam hari. Sebelum taksi diistirahatkan, ada pemeriksaan dan pembersihan oleh security dan petugas pembersih Blue Bird untuk memeriksa kondisi taksi, jika ada barang tertinggal maka langsung dilaporkan ke pihak kantor Blue Bird. 
  3. Setelah terhubung, maka akan ada yang menyambut telpon kamu dengan ramah. Laporkan jika ada barang tertinggal di dalam taksi. Jika kamu ingat kode armada taksi, plat nomor taksi, atau nama supir taksi, akan mempermudah proses pencarian. Karena ada sekitar 500 armada Blue Bird di Semarang!!!
  4. Jika tidak ingat semuanya, jangan khawatir. Laporkan kronologi kamu naik taksi, naik dari mana menuju kemana, kira - kira pukul berapa naik taksi, argo yang dikeluarkan, dan clue lainnya yang dapat membantu. 
  5. Tunggu hingga ada konfirmasi selanjutnya. Biasanya prosesnya cepat. 
  6. Insya Allah, barang yang tertinggal di dalam taksi akan kembali tanpa kurang suatu apapun. Kecuali, jika memang barang bawaan kamu tidak tertinggal di dalam taksi, atau ada penumpang lain setelah kamu yang “mengamankannya”.
  7. Ini poin terakhir yang paling penting dan perlu ditekankan, pastikan barang bawaan kamu benar - benar tertinggal di dalam taksi! 
Panjang yah nis, padahal tadinya cuma mau bilang makasih dan minta maaf kepada seluruh Kru Blue Bird yang hari ini saya repotkan karena dompet saya yang tidak juga ditemukan di dalam taksi yang saya tumpangi. Semoga tulisan ini sudah cukup membuat Blue Bird makin laku dan buat krunya naik gajinya ya wkwk.

Sumber: anisa-nurina.tumblr.com